Rabu, 27 Juli 2011

Kecerdasan Kosmis dan Penglihatan yang Terhalang

وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌۭ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ [١٦:٩]

Sesuai dengan karunia dan rahmat-Nya, Allah telah menetapkan atas diri-Nya untuk menjelaskan jalan lurus yang mengantarkan kalian menuju kebaikan. Di antara jalan itu ada yang bengkok menyeleweng, tidak menuju kepada kebenaran. Jika Allah berkehendak memberikan petunjuk kepada kalian, tentulah Dia akan menunjuki dan membawa kalian kepada jalan yang lurus. Akan tetapi Dia telah menciptakan akal yang mampu menalar dan kehendak yang dapat mengarahkan. Selanjutnya Dia memberikan kebebasan kepada kalian untuk memilih.

Aku menemukan ayat itu pada waktu pertama kali membuka aplikasi alquran online zekr. Terjemahan yang tertera di atas adalah versi Quraish Shihab. 
Relevansinya?
Aku tidak tahu.
Tadi sepanjang siang aku terus berpikir tentang kecerdasan yang melingkupi alam semesta ini. Bagaimana sebuah kejadian berakibat pada tatanan dan siklus dunia secara keseluruhan. Isi kepala seorang yang hebat mampu memberi bentuk yang berbeda terhadap kenampakan dunia hingga seperti yang kita lihat sekarang.
Lalu aku membandingkan skala perbandingan seorang manusia berikut tindakannya terhadap alam semesta yang maha luas. Betapa Tuhan, Zat yang Menguasai seluruh alam sepertinya sedang menunggu tindakan apa yang akan dilakukan olehku dan oleh manusia lainnya.
Kembali kepada ayat di atas, manusia mempunyai kehendak bebas dalam menentukan langkah apa yang akan ia ambil di detik berikutnya, di menit berikutnya. Dan tanpa kita sadari bahwa keputusan yang akan kita ambil bukan hanya berhenti di situ saja. Ada implikasi dan akibat yang musti kita hadapi. Serupa kita berjanji maka kita harus menepati.
Bentuk tindakan yang akan diambil tentu saja berasal dari pikiran. Hal apa yangsedang merasuki otak kita.

Di sini aku tercenung. Karena untuk betul-betul dapat menjalankan nilai-nilai kebaikan maka seseorang butuh kecerdasan kosmis. Sebuah kecerdasan yang bisa disamakan dengan kemampuan hikmah, kebijakan seorang maha resi agar mampu menguak rentetan rahasia di balik rahasia alam semesta yang terlalu kompleks untuk dipahami.

Tuhan sekali lagi adalah sumber hikmah, dimana manusia harus selalu mencarinya. 
Aku berpikir, aku bertindak. Apa yang aku pikirkan tergantung pada apa yang sedang melingkupi jiwaku. Jiwa yang bebas, nothing to lose, karena berpegang pada Titah Sang Kholik, atau jiwa yang ketakutan, khawatir karena kehilangan pegangan. 

Dunia adalah muslihat, Apa yang kita lihat bukan seperti yang kita lihat sebenarnya. Hanya hati dan jiwa yang bebas yang mampu melihat yang sebenarnya. 

Keputusan dan cara berpikir kita memang tergantung pada apa yang kita lihat. Penghalang-penghalang antara kita dan kebenaran memang demikian banyaknya. 

Hijab itu harusnya dapat kita buang. Namun itu bukan perkara mudah. 

Pertanyaan baru!!!
Apa itu hijab? Penghalang itu apa? Kenapa harus ada hijab? Dan kenapa kita tidak sadar akan adanya hijab? kenapa Tuhan suka menutupi kita untuk melihat kebenaran yang sesungguhnya? Atau bukan Dia tapi kita sendiri yang suka? Lalu kenapa kita suka dengan hijab itu?

AKU MOHON PADAMU YA ALLAH.... BERILAH SETITIK ILMUMU PADAKU, AGAR AKU MAMPU MEMAHAMI KEHENDAKMU

  

Senin, 18 Juli 2011

Get Carter : I want tobe

Dalam film yang kutonton barusan "Get Carter" ada banyak hal yang ingin kuambil lalu kulakukan dalam kehidupan nyata.
Salah satu kalimat favoritku dalam film tadi, yaitu ketika sang paman Carter bertanya kepada ponakannya, Doreen, "Jika kamu melihat semua cermin yang ada di hadapanmu tidak memperlihatkan pemandangan yang kamu suka, apakah kamu ingin membuang semua cermin itu?" Pertanyaan tersebut dijawab oleh Doreen dengan singkat "Ya".
Jika kamu memang hidup di Indonesia rasanya pemandangan cermin yang ada dihadapanmu memang seperti itu: Tak ada satupun yang kita suka.
Bukan bermaksud tidak bersyukur dengan apa yang sudah ada, akan tetapi kenapa kita sepertinya tidak pernah belajar, at least tidak pernah benar-benar belajar. Belajar dari kesalahan, belajar dari alam dan belajar dari apapun.
Mungkin memang benar, bahwa bangsa kita memang sebenarnya Not A Great Nation (lagian siapa sih yang bilang bahwa bangsa kita bangsa yang besar/cuma dongeng ninabobo untuk anak bangsa).
Well, bukan bermaksud menghujat, cuma rasanya memang demikian.
Dari lingkungan terkecil yang ada di hadapan saya sendiri, orang-orang kita sepertinya "has no mind". Orang-orang yang bodoh gampang diprovokasi untuk menunjukkan ototnya, orang yang lapar gampang diperdayai hanya untuk sesuap nasi. Dan yang lebih parah lagi, orang-orang yang sepertinya pintar, tidak serius dengan kepintarannya.
Beragam macam praktek ketidakadilan rasanya sulit dihilangkan. Karena memang bangsa kita membutuhkannya untuk bertahan hidup. Cobalah tengok ujaran para tetangga kita bila ditanya kenapa mereka tetap mau melakukan kesalahan padahal mereka tahu bahwa itu salah, hanya untuk kebutuhan perut.
engkau tidak akan bisa bertahan hidup di Indonesia bila terlalu idealis.
So what! Apa itu idealis?
Mainan kutu kupret yang tidak laku diobral di pasar malam.
Orang-orang beragama, lebih banyak terjebak dlam keagamaan egois, sampai-sampai hanya untuk gengsi agama mereka melupakan hal prinsip yang diajarkan oleh agamanya sendiri.
"Yang penting gue masuk surga, orang lain sebodoh amat".
"Yang penting gue makan, orang lain urusan yang diatas."

Andaikan aku bisa menjadi Paman Carter, aku akan melakukan apa yang dilakukan Paman Carter. Menghabisi semua pelaku pemerkosa hak-hak orang lain, para pelindung penjahat kemanusiaan yang kadang-kadang berlagak sok dermawan.
Ah!!
Berikan saja Seribu dinamit, sepuluh sniper, seratus peti selongsong, dua puluh empat senjata otomatis, aku akan melakukan apa yang dilakukan paman Carter.
Akan kubuang semua cermin yang merusak pemandangan di Indonesia.
Emangnya Indonesia masih ada sebagai bangsa?
Mana gue tahu!!!

Sabtu, 09 Juli 2011

Prita: Luka lama terkuak kembali

Putusan hakim Mahkamah Agung atas kasus Prita Mulyasari menandai babak baru dalam penanganan hukum di Indonesia. Mahkamah Agung disebutkan mengabulkan permohonan Jaksa Penuntut Umum. Prita mengaku terkejut dengan keputusan hakim tersebut dan masih tak mengerti kenapa hakim mengabulkan permohonan Jaksa Penuntut Umum tersebut.
Ok! Mari kita lihat dulu profil dari pihak yang bersengketa, pihak yang menangani kasus ini dan pihak-pihak lain yang terkait.
Prita Mulyasari
Majelis Hakim yang mengabulkan permohonan kasasi Jaksa
Imam Harjadi ketua
M Zaharuddin anggota
Salman Luthan anggota
Slamet Yuwono pengacara Prita (dari OC Kaligis)

Selasa, 28 Juni 2011

The Most Accomplishment today

Today, I have to finish PT Tamindo's website which has been long time.The warehouse management website that could report the glass stock to the marketing department. It has been done actually. But I was misunderstood by jqgrid website which tell that the scripts was free. But finally it was due to the time. The scripts I have downloaded is the trial version and it only goes for 30 days.
The website I have made sucked. And I have to make it again. Beuhhh!!!
Now I use extjs.I hope it could solve any problems I face in the future. It promises some features that I needed.
I hope really.