Senin, 18 Juli 2011

Get Carter : I want tobe

Dalam film yang kutonton barusan "Get Carter" ada banyak hal yang ingin kuambil lalu kulakukan dalam kehidupan nyata.
Salah satu kalimat favoritku dalam film tadi, yaitu ketika sang paman Carter bertanya kepada ponakannya, Doreen, "Jika kamu melihat semua cermin yang ada di hadapanmu tidak memperlihatkan pemandangan yang kamu suka, apakah kamu ingin membuang semua cermin itu?" Pertanyaan tersebut dijawab oleh Doreen dengan singkat "Ya".
Jika kamu memang hidup di Indonesia rasanya pemandangan cermin yang ada dihadapanmu memang seperti itu: Tak ada satupun yang kita suka.
Bukan bermaksud tidak bersyukur dengan apa yang sudah ada, akan tetapi kenapa kita sepertinya tidak pernah belajar, at least tidak pernah benar-benar belajar. Belajar dari kesalahan, belajar dari alam dan belajar dari apapun.
Mungkin memang benar, bahwa bangsa kita memang sebenarnya Not A Great Nation (lagian siapa sih yang bilang bahwa bangsa kita bangsa yang besar/cuma dongeng ninabobo untuk anak bangsa).
Well, bukan bermaksud menghujat, cuma rasanya memang demikian.
Dari lingkungan terkecil yang ada di hadapan saya sendiri, orang-orang kita sepertinya "has no mind". Orang-orang yang bodoh gampang diprovokasi untuk menunjukkan ototnya, orang yang lapar gampang diperdayai hanya untuk sesuap nasi. Dan yang lebih parah lagi, orang-orang yang sepertinya pintar, tidak serius dengan kepintarannya.
Beragam macam praktek ketidakadilan rasanya sulit dihilangkan. Karena memang bangsa kita membutuhkannya untuk bertahan hidup. Cobalah tengok ujaran para tetangga kita bila ditanya kenapa mereka tetap mau melakukan kesalahan padahal mereka tahu bahwa itu salah, hanya untuk kebutuhan perut.
engkau tidak akan bisa bertahan hidup di Indonesia bila terlalu idealis.
So what! Apa itu idealis?
Mainan kutu kupret yang tidak laku diobral di pasar malam.
Orang-orang beragama, lebih banyak terjebak dlam keagamaan egois, sampai-sampai hanya untuk gengsi agama mereka melupakan hal prinsip yang diajarkan oleh agamanya sendiri.
"Yang penting gue masuk surga, orang lain sebodoh amat".
"Yang penting gue makan, orang lain urusan yang diatas."

Andaikan aku bisa menjadi Paman Carter, aku akan melakukan apa yang dilakukan Paman Carter. Menghabisi semua pelaku pemerkosa hak-hak orang lain, para pelindung penjahat kemanusiaan yang kadang-kadang berlagak sok dermawan.
Ah!!
Berikan saja Seribu dinamit, sepuluh sniper, seratus peti selongsong, dua puluh empat senjata otomatis, aku akan melakukan apa yang dilakukan paman Carter.
Akan kubuang semua cermin yang merusak pemandangan di Indonesia.
Emangnya Indonesia masih ada sebagai bangsa?
Mana gue tahu!!!

0 komentar:

Posting Komentar